A.
Data
Definition Language (DDL)
DLL merupakan bagian dari
sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka data dan obyek
basis data. Bisa juga dikatakan merupakan kelompok perintah yang berfungsi
untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data,tabel,batasan-batasan terhadap
suatu atribut,serta hubungan antar tabel.
Tabel 3.1 Perintah-perintah dalam DDL
|
Perintah
|
Keterangan
|
|
Create Database
|
Membuat basis data
|
|
Drop Database
|
Menghapus basis data
|
|
Create Table
|
Membuat tabel
|
|
Alter Table
|
Mengubah atau menyisipkan kolom kedalam
tabel
|
|
Drop Table
|
Menghapus tabel dari basis data
|
|
Create Index
|
Membuat index
|
|
Drop Index
|
Menghapus index
|
B.
Perintah
– Perintah DDL
Berikut
ini perintah-perintah sql untuk data definition language :
a.
Membuat
Database
Syntax :
CREATE DATABASE
namadatabase ;
Dimana :
Nama database yang dibuat
tidak boleh mengandung spasi dan tidak boleh memiliki nama yang sama dengan
database lain di MySQL. Berikut ini perintah untuk membuat basis data dengan
nama Perpustakaan.
Mysql > create
database Perpustakaan ;
b.
Menampilkan
daftar Database
Untuk menampilkan daftar basis data yang
ada di Mysql dapat menggunakan perintah :
SHOW DATABASES;
Berikut ini perintah untuk
menampilkan daftar basis data
Mysql
> show databases;
c. Menghapus
database
Untuk
melakukan penghapusan terhadap basis data yang sudah dibuat
Syntax
:
DROP DATABASE namadatabase;
Dimna
:
Database
yang akan dihapus harus sesuai dengan nama database.berikut ini perintah untuk
menghapus database dengan nama perpustakaan.
Mysql
> drop database perpustakaan;
d. Mengaktifkan
Database
Sebelum
membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus mengaktifkan database yang akan digunakan untuk menyimpan
tabel-tabel tersebut dengan perintah.
USE
NAMADATABASE ;
Karena
database yang sudah dibuattelah dihapus maka buat kembali database perpustakaan kemudian aktifkan database
tersebut dengan perintah :
Mysql
> use perpustakaan ;
e. Membuat Tabel
Dalam
basis data tabel atau field berfungsi
untuk menyimpan record atau data untuk membuat table Syntaxnya adalah :
CREATE
TABLE namatabel
(
Field1
TipeData1 ([lebar]),
Field2
TipeData2 ([lebar]),
.
. .
Field3
TipeData3 ([lebar])
);
Keterangan
:
Nama tabel tidak boleh mengandung spasi (space) tetapi
jika menginginkan ada spasi harus menggunakan tanda penghubung (nama_tabel). Field1
merupakan atribut pertama dan TipeData1 merupakan tipe data untuk atribut
pertama.jika ingin membuat tabel dengan atribut lebih dari satu,maka setelah
pendefinisian tipe data sebelumnya diberikan tanda koma (,)
Berikut
ini perintah untuk membuat tabel dengan
nama pengarang :
Mysql > create table pengarang (
Kode_pengarang
varchar (5),
Nama_pengarang
varchar (35));
Syntax tambahan :
Maka tabel pengarang telah terbentuk,untuk melihat
hasilnya dapat digunakan perintah.
Mysql > SHOW TABLES;
Untuk melihat struktur tabel yang telah
dibuat (dalam hal ini buku) syntaxnya adalah
DESC namatabel;
Contoh :
Mysql
> desc pengarang;
f.
Mendefinisikan null/not null
Ketika
membuat tabel, beberapa field harus diatur agar field tertentu harus
diisi.biasanya field ini adalah sebagai field utama atau kunci, juga sebagai
identifikasi sehingga tidak boleh kosong.
Syntax :
CREATE
TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1
([lebar]) NOT NULL,
Field2 TipeData2
([lebar]) NOT NULL,
. . .
Field3 TipeData3
([lebar])
) ;
Contoh :
Mysql > create
table pengarang (
Kode_pengarang
varchar (5) Not Null,
Nama_pengarang
varchar (35) Not Null);
a. Mendefinisikan
Nilai Bawaan (Default)
Nilai default adalah nilai yang otomatis
diberikan oleh sistem untuk suatu atribut ketika ada penambahan baris baru,
sementara nilai pada atribut tersebut tidak diisi oleh pengguna Syntax :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1
([lebar]),
Field2 TipeData2 DEFAULT
nilai
) ;
Dimana nilai adalah
nilai default dari atribut tersebut.
Contoh :
Mysql > create table buku (
Kode_buku
varchar (5) not null,
Judul_buku
varchar (15) not null,
Harga
integer default 0,
Tahun_terbit
varchar (5),
Kode_pengarang
varchar (5),
Kode_penerbit
varchar (5));
b.
Menentukan
kunci primer (primary key) pada tabel
Key
adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua basis
data (row) dalam tabel secara unik. Key didalam database berfungsi sebagai suatu
cara untuk mengidentifikasi dan menghubungkan satu tabel data dengan tabel yang
lain.
Primary
key adalah suatuatribut atau satu sel minimal atribut yang tidak hanya
mendefinisikan secara untik suatu kejadian spesifik tetapi juga dapat mewakili
setiap kejadian dari suatu kejadian.
Terdapat
tiga cara untuk membuat primary key. Berikut ini adalah syntax membuat primary
key untuk Field.
Cara
1 :
Create Table namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL
PRIMARY KEY,
Field2 TipeData2 ([lebar])
) ;
Cara
2 :
CreateTable namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
PRIMARY KEY (Field1)
) ;
Cara 3
:
ALTER
TABLE namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint PRIMARY KEY (namakolom) ;
Berikut
ini perintah untuk membuat tabel pengarang dengan atribut kode_pengarang
tipe datanya varchar(5), nama_pengarang
tipe datanya varchar (15) dengan mendefinisikan nilai not null dan
primary key untuk atribut kode_pengarang :
Contoh
1 :
Mysql > create table pengarang(
kode_pengarang varchar(5) not null primary
key,
nama_pengarang
varchar(15) not null);
Contoh
2 :
Mysql > create table
pengarang(
kode_pengarang varchar(5) not null,
nama_pengarang
varchar(15) not null,
primary
key (kode_pengarang));
Contoh
3 :
Mysql > create table
pengarang (
Kode_pengarang varchar(5) not null,
Nama_pengarang varchar(15) not null);
Penambahan
primary key :
Mysql > alter table
pengarang add constraint pk primary key (kode_pengarang) ;
c.
Menghapus Primary key pada tabel
Perintah
:
Cara
1 : jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table :
ALTER TABLE namatabel DROP
CONSTRAINT namaconstraint;
Cara
2 : jika primary key dibuat melalui create table :
ALTER
TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY ;
Berikut ini perintah yang digunakan
untuk menghapus primary key pada tabel buku.
Mysql
> alter table pengarang drop primary key ;
d.
Menentukan
Foreign key pada tabel
Foreign key adalah satu set atribut
atau set atribut sebagai key penghubung kedua tabel dan melengkapi satu
relationship (hubungan) terhadap primary key yang menunjukan keinduknya. Jika
sebuah primarykey terhubungan ke table/entity lain, maka keberadaan primary
pada entity tersebut disebut sebagai foreign key.
Untuk
membuat foreign key, maka harus dipastikan bahwa tabel dan atribut yang dirujuk
(tabel induk dari foreign key) sudah didefinisikan terlebih dahulu. Perintah
yang digunakan sebagai berikut :
CREATE
TABLE namatabel
(
Field1
TipeData1 ([lebar]),
Field2
TipeData2 ([lebar]),
Foreign
key (Field2) REFERENCES namatabelinduk
(namafieldinduk) ON UPDATE CASCADE
ON DELETE NO ACTION
)
Atau
ALTER
TABLE namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint FOREIGN KEY (namafield)
REFERENCES namatabelinduk (namafieldinduk) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION
;
Berikut
ini perintah untuk membuat tabel buku beserta kolom-kolomnya :
Mysql > create
table buku (
Kode_buku varchar (5)
not null primary key,
Judul_buku varchar (15) not null,
Harga integer default 0,
Tahun_terbit varchar
(5),
Kode_pengarang varchar
(5),
Kode_penerbit varchar
(5),
Foreign key (Kode_pengarang) references
pengarang (Kode_pengarang) on update
cascade
on delete no action);
Atau
Mysql > create
table buku (
Kode_buku varchar
(5) not null primary key,
Judul_buku varchar (5)
not null,
Harga integer default 0,
Tahun_terbit varchar
(5),
Kode_pengarang varchar
(5),
Kode_penerbit varchar
(5));
Mysql > alter table
buku add constraint
fk foreign key (kode_pengarang) references pengarang (kode_pengarang) on update
cascade on delete no action;
e.
Menghapus Foreign Key
Foreign key yang sudah dibuat dapat di hapus dengan
perintah :
ALTER TABLE namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;
Berikut ini perintah untuk menghapus foreign key pada
table buku :
Mysql>
alter table buku drop foreign key fk;
f.
Mengubah
Struktur Tabel
Tabel yang sudah dibuat dapat dilakukan perubahan
strukturnya seperti penambahan atribut (field), penghapusan atribut (field)
bahkan mengganti lebar field dari table tersebut. Perintah yang digunakan
adalah ALTER TABLE.
ü Menambahkan
Atribut Baru Pada Tabel
Syntax :
ALTER
TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe;
Dimana :
namatabel adalah nama table yang akan ditambah
fieldnya. Fieldbaru adalah nama atribut yang akan ditambahkan, tipe adalah tipe
data dari atribut yang akan ditambahkan. Berikut ini perintah untuk menambahkan
atribut keterangan dengan tipe data varchar(25) ke dalam table buku :
Mysql>
alter table buku add keterangan varchar(25);
ü Mengubah Tipe
Data atau Lebar Atribut Pada Tabel
Syntax :
ALTER
TABLE namatabel MODIFY COLUMN field tipe;
Dimana :
namatabel adalah nama table yang akan diubah tipe data
atau atributnya. Field adalah atribut yang akan diubah tipe data atau
atributnya. Tipe adalah tipe data baru atau tipe data lama dengan lebar atribut
yang berbeda. Berikut ini perintah untuk mengubah tipe data untuk atribut
keterangan dengan char(20) :
Mysql>
alter table buku modify column keterangan char(20);
ü Mengubah Nama
Atribut (Field) pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel CHANGE COLUMN
namalamafield namabarufield tipedatanya;
Dimana :
namatabel
adalah nama tabl yang akan diubah nama atributnya, namalamafield adalah atribut
yang akan diganti namanya, namabarufield adalah nama baru atribut, tipedatanya
adalah tipe data dari atribut tersebut. Berikut ini perintah untuk mengubah
nama atribut keterangan menjadi ket
Mysql>
alter table buku change column keterangan ket char(20);
ü Menghapus
Atribut (Field) Pada Tabel
Syntax :
ALTER
TABLE namatabel DROP COLUMN namakolom;
Berikut ini perintah untuk menghapus atribut ket pada
table buku :
Mysql>
alter table buku drop ket;
g.
Menghapus
Struktur
Tabel
tabel
sudah dibuat dapat dihapus dengan menggunakan perintah DROP TABLE Syntax
sebagai berikut :
DROP
TABLE namatabel;
Tabel
yang akan dihapus sesuai dengan namatabel,berikut ini perintah untuk menghapus
tabel dengan nama pengarang :
Mysql > drop table
buku ;
DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)
A. Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DDL) merupakan
perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun
objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain: perintah untuk memilih data
(query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.
Bentuk manipulasi yang dapat
dilakukan oleh DML diantaranya adalah :
1. Melakukan pencarian kembali data lama,
2. Penyisipan data baru ke dalam tabel
3. Penghapusan data
4. Pengubahan data
5. Menampilkan data dengan kreiteria tertentu
6. Menampilkan data secara terurut.
DML menurut jenisnya dapat dibagi
menjadi 2 jenis yaitu :
1. Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang
dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, Contoh paket bahasa prosedural
adalah dBase III, FoxBase.
2. Non Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa
yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa
non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example
(QBE).
B.
Perintah DML sebagai berikut :
a.
INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada
suatu tabel.
Terdapat dua cara untuk menambah baris, yaitu :
Cara 1 :
Menambah baris dengan mengisi
data langsung pada setiap kolom tanpa menyertakan struktur tabel :
INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Cara 2 :
Menambah baris dengan menyertakan
struktur tabel dalam mengisi data pada setiap kolom :
INSERT INTO namatabel
(kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Berikut ini perintah untuk menambahkan baris pada tabel
buku :
Cara 1 :
Mysql> insert into buku values (’B001’,’Sistem Basis
Data’,25000,’2004’,’P001’,’T001’);
Cara 2 :
Mysql> insert into buku (kode_buku,judul_buku,harga,tahun_terbit,kode_pengarang,kode_penerbit)
values (‘B002’,’Sistem Informasi’,50000,’2003’,’P001’,’T001’);
Keterangan :
Jika data bertipe string, date
atau time (contoh : B001, Sistem Basis Data, 2007-11-10) maka pemberian
nilainya diapit dengan tanda petik tunggal (‘B001’) atau petik ganda (“B001”).
Jika data bertipe numerik (2500, 400) maka pemberian nilainya tidak diapit
tanda petik tunggal maupun ganda.
b.
UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk
mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.
Syntax :
UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE
kondisi];
Perintah dalam
tanda [] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi
tertentu. Berikut ini perintah untuk mengubah baris pada tabel pengarang dengan
data sebagai berikut :
Mysql> select * from buku;
Contoh 1 : mengubah semua nilai pada kolom judul_buku
menjadi ‘Basis Data’ :
Mysql> update buku set judul_buku=’Basis Data’;
Contoh 2 : mengubah nilai pada
kolom judul_buku menjadi Basis Data Terpadu dimana nilai pada kolom kode_buku
adalah B001 :
Mysql> update buku set judul_buku=’Basis Data Terpadu’
where kode_buku=’B001’;
c.
SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk
menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang
lainnya.
1)
Menampilkan data
untuk semua kolom menggunakan asterisk (*)
Syntax : SELECT * FROM
namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada
tabel buku:
Mysql> select * from buku;
2)
Menampilkan data
untuk kolom tertentu
Syntax : SELECT kolom1,kolom2,kolom-n FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel
buku dengan kolom yang ditampilkan adalah kolom kode_buku :
Mysql> select kode_buku from buku;
3) Menampilkan data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE
Syntax : SELECT * FROM
namatabel WHERE kondisi;
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel
buku dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 :
Mysql> select * from buku where kode_buku=’B001’;
Beberapa operator perbandingan yang dapat digunakan pada
klausa WHERE selain “=” adalah : >
(lebih dari), < (kurang dari), < > (tidak sama dengan), >= (lebih
dari atau sama dengan), <= (kurang dari atau sama dengan). Adapun operator
lain, yaitu : AND, OR, NOT, BETWEEN-AND, IN dan LIKE. Berikut ini data yang ada
pada tabel pengarang:
Mysql> select * from buku;
Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel
buku dimana nilai harga berkisar dari 25000 hingga 50000 :
Mysql> select * from buku where harga>=25000 and
harga<=50000;
Atau
Mysql> select * from buku where harga between 25000 and 50000;
Contoh 2 : perintah untuk menampilkan data pada tabel
buku dimana nilai harga sama dengan 25000 atau 50000 :
Mysql> select * from buku where harga=25000 or harga=50000;
atau
mysql> select * from buku where harga in (25000,50000);
Contoh 3 : perintah untuk menampilkan data pada tabel
buku dimana nilai pada kolom judul_buku tidak sama dengan basis data :
Mysql> select * from buku where not judul_buku=’Basis Data Terpadu’;
atau
mysql> select * from buku where judul_buku<>’Basis Data Terpadu’;
Contoh 4 : Isi tabel buku
Mysql> select * from buku;
perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana
data pada kolom tertentu diawali dengan nilai tertentu, misalnya pada kolom
judul_buku dimana diawali dengan karakter ‘B’ :
Mysql> select * from buku where judul_buku like ‘B%’;
4) Memberikan nama lain pada kolom
Syntax :
SELECT namakolomlama AS namakolombaru FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk memberikan nama lain pada
kolom judul_buku menjadi judul pada tabel pengarang :
Mysql>
select judul_buku as judul from buku;
5)
Menggunakan
alias untuk nama tabel
Syntax :
SELECT nmalias.jenis, nmalias.harga FROM namatabel
nmalias;
Berikut ini perintah untuk memberikan alias pada tabel
buku :
Mysql> select j.judul_buku, j.harga from buku j;
6)
Menampilkan data
lebih dari dua tabel
Syntax :
SELECT * from namatabel1,namatabel2,namatabel-n;
Isi tabel pengarang:
Mysql> select * from pengarang;
Isi tabel buku :
Mysql> select * from buku;
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel
pengarang dan buku :
Mysql> select * from pengarang, buku;
7)
Operator comparison
ANY dan ALL
a.
Operator ANY
digunakan berkaitan dengan subquery. Operator ini menghasilkan TRUE
(benar) jika paling tidak salah satu perbandingan dengan hasil subquery
menghasilkan nilai TRUE. Ilustrasinya :
Gaji
> ANY (S)
Jika subquery S menghasilkan G1, G2, ..., Gn, maka
kondisi di atas identik dengan :
(gaji
> G1) OR (gaji > G2) OR ... OR (gaji > Gn)
Contoh : perintah untuk menampilkan semua data pengarang
yang harga bukunya bukan yang terkecil:
Mysql> select * from buku where harga > ANY (select
kode_pengarang from pengarang);
b.
Operator ALL
digunakan untuk melakukan perbandingan dengan subquery. Kondisi dengan
ALL menghasilkan nilai TRUE (benar) jika subquery tidak menghasilkan
apapun atau jika perbandingan menghasilkan TRUE untuk setiap nilai query
terhadap hasil subquery.
Contoh: perintah untuk menampilkan data pengarang yang
harganya paling tinggi:
Mysql> select * from buku where harga >= ALL
(select kode_pengarang from pengarang);
8)
Aggregate Functions
(COUNT, SUM, AVG, MIN, MAX)
a.
COUNT
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah baris
suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung jumlah baris kolom
kode_buku pada tabel buku:
Mysql> select count(kode_buku) from buku;
b.
SUM
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah nilai
suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung jumlah nilai kolom
harga pada tabel pengarang:
Mysql> select sum(harga) from buku;
c.
AVG Perintah yang
digunakan untuk menghitung rata-rata dari nilai suatu kolom pada tabel. Contoh
: perintah untuk menghitung rata-rata dari kolom harga pada tabel pengarang:
Mysql> select avg(harga) from buku;
d. MIN
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terkecil
dari suatu kolom pada tabel.
Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terkecil dari
kolom harga pada tabel buku:
Mysql> select min(harga) from buku;
e. MAX
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terbesar
dari suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terbesar
dari kolom harga pada tabel buku:
Mysql> select max(harga) from buku;
9)
SQL dengan GROUP BY
dan HAVING
Klausa GROUP BY digunakan untuk melakukan pengelompokan data.
Sebagai contoh, terdapat tabel buku dengan data sebagai berikut :
Mysql> select * from buku;
akan ditampilkan hanya kolom
tahun_masuk dan digabungkan dengan SUM(judul_buku) yang dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk
pada tabel buku :
Mysql> select sum(harga) from buku group by tahun_terbit;
Klausa HAVING digunakan untuk menentukan kondisi bagi
klausa GROUP BY. Kelompok yang memenuhi HAVING saja yang akan dihasilkan.
Contoh : perintah untuk menampilkan data hanya kolom tahun_masuk yang
dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk, dimana jumlah buku berdasarkan
kelompoknya harus lebih besar dari satu pada tabel buku :
Mysql> select kode_pengarang from buku group by kode_pengarang having count(kode_buku) >1;
10)
ORDER BY
Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan data
berdasarkan kolom tertentu sesuai dengan tipe data yang dimiliki. Contoh :
perintah untuk mengurutkan data buku berdasarkan kolom judul :
Mysql> select *from
buku order by judul_buku;
atau tambahkan
ASC untuk pengurutan secara ascending (menaik)
Mysql> select *from buku order by judul_buku asc;
atau tambahkan DESC untuk pengurutan secara descending
(menurun)
Mysql> select *from buku order by judul_buku desc;
d. DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris,
baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris. Syntax :
DELETE FROM namatabel [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk menghapus
suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk menghapus
baris pada tabel buku dengan data sebagai berikut :
Mysql> select * from buku;
Contoh 1 : jika ingin menghapus
seluruh baris pada tabel pengarang :
Mysql> delete from buku;
Contoh 2 : jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai
‘B001’ pada kolom kode_buku pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut :
Mysql> delete from buku where kode_buku=’B001’;
Contoh 3 : jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai
‘Basis Data Terpadu’ pada kolom judul_buku
pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut :
Mysql> delete from buku where judul_buku=’Basis Data Terpadu’;
QUERY DAN VIEW
A.
Query
Query merupakan suatu proses pengolahan data yang
digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu.
Query tidak hanya membaca atau mengambil data, query biasanya melibatkan
beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci. Namun query
juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi hasilnya kurang informatif
dan terbatas.
- Aturan dalam melakukan query antar tabel :
a. Setiap field disebutkan bersama dengan nama tabelnya, dipisahkan tanda
titik (.).
Syntax : Namatabel.namafield.
Contoh : buku.kode_buku
artinya field kode_buku dari tabel buku.
b. Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus disebutkan dalam klausa
FROM, dengan pemisah koma (,).Dimana urutan tabel tidak mempengaruhi proses
query.
Contoh : FROM buku,
anggota.
c. Kondisi dalam klausa WHERE mempengaruhi jenis join yang tercipta.
- Jenis-jenis join pada query :
a. Operator Cross Join
Operator ini berguna untuk melakukan operasi penggabungan dengan perkalian
kartesain. Namun penggabungan jenis ini jarang digunakan karena tidak
menghasilkan nilai informasi yang efektif.
Contoh :
select * from buku CROSS JOIN bagian LIMIT 5;
b. Operator Inner Join
Inner join digunakan untuk menampilkan data dari dua
tabel yang berisi data sesuai dengan syarat dibelakang on (tidak boleh null),
dengan kata lain semua data dari tabel kiri mendapat pasangan data dari tabel
sebelah kanan. Berikut ini perintah untuk menampilkan data dari tabel pengarang
dan buku dengan syarat berdasarkan kolom kode_pengarang :
Mysql> select * from pengarang join buku on (pengarang.kode_pengarang=buku.kode_pengarang);
c. Operator Equijoin
Equijoin adalah penggabungan antar tabel dengan menggunakan operator ‘=’
pada kondisi klausa WHERE
Contoh :
SELECT buku.kode_buku, buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang,
pengarang.nama_pengarang FROM buku, pengarang WHERE
buku.kode_pengarang=pengarang.kode_pengarang;
d. Operator Self-Join
Self-join adalah jenis penggabungan antar field dari tabel yang sama. Untuk
melakukan penggabungan self-join menggunakan alias.
Contoh :
SELECT a.kode_buku, b.judul_buku FROM buku a, buku b WHERE a.harga=’25000’
AND a.harga=’25000’;
e.
Operator Natural Join
Operator ini digunakan untuk melakukan operasi equijoin
dengan memperlakukan nama-nama kolom yang sama sebagai kolom penghubung.
Contoh
:
SELECT
buku.kode_buku, buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang,
pengarang.nama_pengarang FROM buku NATURAL JOIN pengarang;
Natural
Join dibedakan menjadi 2 yaitu :
·
Natural Left Join
Natural left join digunakan untuk menampilkan semua data
dari tabel sebelah kiri perintah natural left join beserta pasangannya dari
tabel sebelah kanan. Meskipun terdapat data dari sebelah kiri tidak memiliki
pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
Mysql> select *from pengarang natural
left join buku;
·
Natural Right Join
Natural right join digunakan untuk menampilkan semua data
dari tabel sebelah kanan perintah natural right join beserta pasangannya dari
tabel sebelah kiri. Meskipun terdapat data dari sebelah kanan tidak memiliki
pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
Mysql> select * from pengarang natural right join buku;
- UNION, INTERSECT dan EXCEPT
1. UNION
UNION merupakan operator yang digunakan untuk
menggabungkan hasil query, dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom
dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama. Berikut ini
perintah untuk memperoleh data pada tabel buku dimana tahun penerbitan 2003 dan
2004 :
Mysql> select tahun_terbit,judul from buku where
tahun_terbit=’2003’ union > select tahun_terbit,judul from buku where
tahun_terbit=’2004’;
Perintah di atas identik dengan :
Mysql> select tahun_terbit,judul_buku from buku where tahun_terbit=’2003’ or tahun_terbit =’2004’;
Namun tidak semua penggabungan dapat dilakukan dengan OR,
yaitu jika bekerja pada dua tabel atau lebih.
2. INTERSECT
INTERSECT merupakan operator yang digunakan untuk
memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah
yang memenuhi kedua query tersebut dengan ketentuan jumlah, nama dan
tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax : SELECT * FROM
namatabel1 INTERSECT SELECT * FROM namatabel2
Pada MySQL tidak terdapat operator INTERSECT namun
sebagai gantinya dapat menggunakan operator IN seperti contoh 1 pada bagian
Nested Queries.
3. EXCEPT / Set Difference
EXCEPT merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh
data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah data yang
ada pada hasil query 1 dan tidak terdapat pada data dari hasil query
2 dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang
akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax : SELECT * FROM
namatabel1 EXCEPT SELECT * FROM namatabel2
Pada MySQL tidak terdapat operator EXCEPT namun sebagai
gantinya dapat menggunakan operator NOT IN seperti contoh 2 pada bagian Nested
Queries.
- Nested Queries / Subquery (IN, NOT IN, EXISTS, NOT
EXISTS)
Subquery
berarti query di dalam query. Dengan menggunakan subquery,
hasil dari query akan menjadi bagian dari query di atasnya.
Subquery
terletak di dalam klausa WHERE atau HAVING. Pada klausa WHERE, subquery
digunakan untuk memilih baris-baris tertentu yang kemudian digunakan oleh query.
Sedangkan pada klausa HAVING, subquery digunakan untuk memilih kelompok
baris yang kemudian digunakan oleh query.
Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel
pengarang yang mana data pada kolom kode_pengarang-nya tercantum pada tabel
buku menggunakan IN :
Mysql> select * from pengarang where kode_pengarang in (select
kode_pengarang from buku);
atau menggunakan EXISTS
Mysql> select * from pengarang where exists (select * from buku where
pengarang.kode_pengarang=buku.kode_pengarang);
Pada contoh di atas :
SELECT kode_pengarang FROM buku
disebut subquery, sedangkan :
SELECT * FROM pengarang
berkedudukan sebagai query. Perhatikan, terdapat
data jenis dan harga pada tabel pengarang yang tidak ditampilkan. Hal ini
disebabkan data pada kolom jenis tidak terdapat pada kolom jenis di tabel buku.
Contoh 2 : perintah untuk menampilkan data pada tabel
pengarang yang mana data pada kolom jenis-nya tidak tercantum pada tabel buku
menggunakan NOT IN :
Mysql> select * from pengarang where kode_pengarang
not in (select kode_pengarang from buku);
atau menggunakan NOT EXISTS
Mysql>
select*from pengarang where not exists (select * from buku where pengarang.kode_pengarang=buku.kode_pengarang);
B.
View
View adalah perintah query yang
disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga bisa digunakan
setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.
Syntax dasar perintah untuk membuat view adalah sebagai berikut :
CREATE [OR REPLACE] VIEW view_name[(column_list)]
AS select_statement
Kita menggunakan opsi OR REPLACE
jika kita ingin mengganti view dengan nama yang sama dengan perintah tersebut.
Jika tidak maka perintah CREATE VIEW akan menghasilkan error jika nama view
yang ingin dibuat sudah ada sebelumnya.
1.
View antar 2 tabel
Kita akan membuat view dari
relasi antara tabel "buku" dan "penerbit"
untuk menampilkan data buku dan penerbitnya dari database perpustakaan dengan
nama "view_buku". Perintahnya adalah sebagai berikut :
Mysql > CREATE VIEW view_buku
> AS
> SELECT a.kode_buku, a.judul_buku,
> a.tahun_terbit, b.nama_pengarang
> FROM
> buku a JOIN penerbit b ON
a.buku=b.pengarang;
Eksekusi perintah berikut untuk memastikan view telah
dibuat :
SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_buku';
Lihat hasil
query view view_buku :
SELECT * FROM view_buku;
2. View dengan 3 tabel
Membuat view dari relasi antara tabel “buku”, “angota”
dan “peminjaman” untuk menampilkan
data peminjaman buku dari database perpustakaan dengan
nama "view_peminjaman". Perintahnya adalah sebagai berikut :
Mysql > CREATE VIEW view_peminjaman
> AS
> SELECT a.id_peminjaman, b.kode_buku, b.judul_buku,
> c.kode_anggota, c.nama_anggota, a.tanggal_pinjam,
> a.tanggal_kembali FROM peminjaman a, buku b,
> anggota c WHERE a.kode_buku= b.kode_buku AND
> a.kode_anggota=c.kode_anggota;
Eksekusi
perintah berikut untuk memastikan view telah dibuat :
SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_peminjaman';
Lihat hasil
query view view_peminjaman :
SELECT * FROM view_peminjaman;
DATA CONTROL LANGUAGE (DCL)/HAK AKSES USER
A. Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data selalu dalam keadaan
aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses berguna dalam hal
pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa
membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan
data.
Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah SELECT, INSERT,
UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.
B. Mengatur Hak Akses
Untul MySQL versi 3.22. keatas dalam manajemen user dapat
menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak akses pemakai (user).
1.
Perintah
GRANT
Dipergunakan
untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
Bentuk umum :
GRANT
jenis_akses (``nama_kolom)
ON nama_database TO
nama_user IDENTIFIED BY ”nama_password” [WITH
GRANT pilihan_akses]
Atau
GRANT
hak_akses ON namatabel TO pemakai;
Dimana
:
·
Hak_akses
merupakan hak yang diberikan kepada pemakai berupa SELECT, INSERT saja atau
keduanya. Bila hak akses lebih dari satu antar hak akses dipisahkan dengann
koma (,).
·
Nama
tabel, menyatakan nama tabel yang akan diakses dan diatur.
·
Pemakai,
nama pemakai yang telah didaftarkan pada sistem database. Sejumlah pemakai bisa
disebutkan dengan dipisahkan tanda koma (,).
Contoh
:
Misalkan
kita sebagai Administrator basis data yang mempunyai wewenang untuk mengatur
hak akses para pemakai. Kita akan mengatur hak akses pengguna siska dan edi
(sebagai user).
GRANT SELECT
ON buku TO siska;
Perintah
diatas digunakan untuk memberikan hak akses SELECT terhadap tabel buku kepada
user siska sehingga user siska dapat menggunakan perintah SELECT untuk
melakukan proses query pada tabel buku.
Hak
akses lebih dari satu :
GRANT SELECT,
INSERT, UPDATE, DELETE ON buku TO siska, edi;
2. Perintah
REVOKE
C. Membatasi Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi untuk memudahkan dalam mengatur dan mengawasi
pemakaian data serta menjaga keamanan data.
Contoh :
Administrator akan memberikan hak akses kepada edi dalam melakukan query tabel buku untuk field tertentu saja. Perintahnya :
GRANT SELECT, UPDATE (kode_buku,judul_buku,tahun_terbit) ON buku TO edi;
Dari perintah diatas user arif
hanya dapat melakukan SELECT dan UPDATE terhadap tiga field yaitu kode_buku, judul_buku, tahun_terbit).
D. Hak Akses Penuh
Untuk memberikan hak akses penuh kepada pemakai, dapat memakai perintah
klausa ALL PRIVILEGES. Tentunya dengan pemberian hak akses penuh kepada pemakai
(user).
Contoh :
GRANT
ALL PRIVILAGE ON buku to siska;
Atau menggunakan
GRANT ALL ON buku to siska;
E. Hak Akses kepada
Public
Untuk memberikan hak akses kepada banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC.
Bebrapa DBMS ada yang menggunakan klausa WORLD. Contoh :
GRANT
SELECT, INSERT ON buku
F.
Pencabutan Hak Akses
1.
Pencabutan
Hak Akses Sementara
Untuk melakukan pencabutan atau penghapusan hak akses
user menggunakan perintah REVOKE. Perintah ini juga mampu melakukan pencabutan
hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.
Bentuk umum :
REVOKE hak_akses ON
nama_database FROM nama_user;
atau
REVOKE hak_akses ON
namatabel FROM nama_user;
Contoh :
Admistrator ingin mencabut hak akses user siska, maka
perintahnya :
REVOKE SELECT ON buku FROM siska;
Atau
REVOKE SELECT, INSERT ON buku FROM edi;
2. Perintah
DELETE
Untuk menghapus user secara permanen dari basis data.